Beast

Dalam dunia ini, ada istilah-istilah yang menunjukkan kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu. Istilah ini biasanya diakhiri dengan kata philia. Misalkan, bibliophilia yang menunjukkan kecintaan terhadap buku, atau ailurophilia yang menunjukkan kecintaan terhadap kucing.
Nah, sebaliknya juga ada istilah yang menunjukkan ketidaksukaan atau ketakutan terhadap sesuatu. Istilah ini biasanya diakhiri dengan kata phobia. Misalkan, claustrophobia yang menunjukkan ketakutan terhadap ruang tertutup dan sempit, atau pediophobia yang menunjukkan ketakutan terhadap boneka.

Nah, philia dan phobia ini kan berarti adalah dua hal yang berbeda dan saling bertolak belakang. But, bagaimana kalau kita menggabungkan dua kata itu? Believe me or not ada istilah itu.

Philophobia. Itulah istilahnya. Philophobia adalah satu penyakit mental dalam diri seseorang yang takut untuk jatuh cinta dan dicintai. Pengidap penyakit ini biasanya pernah melalui sendiri atau pengalaman orang lain hal-hal yang tidak menyenangkan dalam percintaan. Kesannya, pengidap Philophobia akan merasa takut, gelisah dan menunjukkan permusuhan, kebencian, diskriminasi dan berprasangka buruk terhadap apa saja yang berkaitan dengan cinta sama ada sesuatu objek, orang atau situasi.

Singkatnya, fobia ini menunjukkan ketakutan terhadap cinta atau jatuh cinta atau memiliki hubungan percintaan. Sounds weird, ha? But, it does exist. Ngeri sebenarnya.

Kenapa? Karena sebagai manusia sudah sepatutnya butuh cinta. Itu sudah seperti kebutuhan. Entah bagaimana mendeskripsikan orang yang ngga butuh cinta. “Aneh” mungkin sebutan yang kurang lebih mendekati. Makanya, mungkin banyak yang berpikiran, “Kok bisa sih ada orang yang takut sama cinta atau jatuh cinta?”

Jawabannya, bisa aja dan banyak faktor yang menyebabkan orang bisa kena philophobia seperti :

  1. Orang yang pernah merasakan perlakuan yang tidak menyenangkan dalam percintaan .
  2. Orang yang melihat orang lain yang tersiksa karena percintaan, sehingga dia tidak ingin hal itu terjadi terhadap dirinya.
  3. Pergaulan yang salah pada masa kecil.
  4. Karena keluarga yang tidak harmonis & lingkungan yang kacau.
  5. Karena optimis membayangkan sesuatu yang diinginkan, tidak akan tercapai.
  6. Tidak percaya diri pada diri sendiri dan orang lain.
  7. Pernah mengalami patah hati yang mendalam atau dikhianati oleh orang yang dia cinta.
  8. Menjalin hubungan dengan orang lain dan tidak berhasil.

Philophobia terjadi disebabkan penderita pernah mengalami ketakutan, kekecewaan atau patah hati yang mendalam seperti poin-poin diatas sehingga mengakibatkan perasaan malu, sakit, kecewa, sedih yang teramat sangat dimana semuanya terekam ke dalam alam bawah sadar.

Gimana sih caranya kita bisa lihat kalau seseorang itu terkena philophobia atau ngga? Kalau menurut para psikolog, ada tanda-tandanya seperti :

  1. Takut untuk memikirkan semua hal tentang cinta.
  2. Menjauhkan diri dari segala macam potensi cinta.
  3. Bila berhampiran dengan potensi cinta, penderita akan mengalami gejala-gejala fobia yang biasa seperti panik, resah, gugup, takut, melarikan diri, berpeluh, pening, dll. 
  4. Ada keadaan tertentu penderita akan merasakan dirinya akan mati jika jatuh cinta.
  5. Penderita akan mengelakkan diri dari segala macam yang dipikirkan berkaitan dengan cinta.

Nah, sebenarnya gue bahas ini karena gue merasa kalau gue philophobia. Takut jatuh cinta. Trauma. 

Akhir-akhir ini, ketika gue merasa kalo gue jatuh cinta dengan seseorang itu disertai rasa takut. Takut apa? Ya macam-macam. Ditolak, tersakiti, ditinggalkan, dan lain-lain. Semua bercampur aduk. Ketika gue jatuh cinta, gue akan membayangkan beberapa hal buruk yang mungkin akan terjadi ketika gue jatuh cinta.

Kalau ditanya kapan pertama kali ngerasain itu? Mungkin couple years ago ketika gue jadian sama mantan gue yang anak UI itu. Dia sumpah baik banget dan gue belum pernah nemu cewek seperti itu. Some kind of luck kalo gue pernah jadian sama dia. Yaa, the relationship only lasts for a month. Gue yang mutusin. Alasannya, ya rasa takut itu yang mulai bermunculan. Takut ditinggalkan, dan takut-takut yang lainnya. Gue ngga pernah kasih tau alasannya. Mungkin ketika dia baca ini, baru dia tahu alasannya. Rada menyesal sebenarnya karena putusnya ngga baik-baik. Hopefully I can see her directly and apologize. 

Faktor penyebab gue bisa begitu, mungkin trauma kali ya. Ditolak terus. HAHAHA. Bisa jadi karena gue selalu salah langkah ketika gue jatuh cinta. Sampai bahkan pernah diingatkan, dan tetap aja gue salah langkah. Gue seperti ngga tau apa yang harus gue lakukan ketika gue jatuh cinta. Just like a checkmate. Salah langkah, kalah. Ngga melangkah, lama-lama kalah. Kampret.

Nah, ketika gue melajang dari hari itu sampai saat ini, gue pernah jatuh cinta bahkan hingga sekarang. Gue ngga bisa memungkiri kalau ya emang gue jatuh cinta. Masalahnya, rasa takut itu muncul lagi yang membuat gue menahan diri. Ngga berani bilang karena takut itu. Padahal ada yang bilang,

“Karena lebih baik diungkapkan, daripada dipendam dan menjadi rindu tak bertuan.”

Ketika searching obat dari  philophobia itu apa di Google, gue ngga menemukan solusi yang efektif. Namun, ketika gue bicara dengan salah seorang kenalan gue yang tau permasalahan gue ini, dia bilang,

“Sebenarnya orang yang terkena philophobia itu ibarat terjebak tidak bisa bergerak dalam balok es. Harus ada orang lain di luar yang menolongnya menghancurkan balok es itu supaya dia bisa keluar. Sama seperti philophobia, harus ada yang tulus jatuh cinta sama lo supaya lo bisa pelan-pelan keluar dari fobia itu.”

Permasalahannya, ada ngga obat itu? Nah itu yang gue ngga tau sampai sekarang.

Not every “beast” deserves love from the “beauty”. That kind of love only exist in fairytale.

Me? I’m one of those beast. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s